Rabu, 06 Juni 2012

KARAKTERISTIK GURU PROFESIONAL DALAM MENGAJARKARAKTERISTIK GURU PROFESIONAL DALAM MENGAJAR


Abstrak

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005  Tentang Standar Nasional Pendidikan,Pasal 28  ayat 3, menyatakan bahwa ada empat kompetensi yang harus dimiliki guru sebagai agen pembelajaran. yaitu Kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.  Keempat kompetensi ini merupakan karakter yang harus dimiliki, dikuasi, dikembangkan, dan diaplikasikan dalam kesehariannya sebagai seorang guru.
Karakteristik guru profesional dalam mengajar, ditunjukkan oleh sikap sebagai berikut : 1)  memiliki niat yang tulus dan ikhlas untuk mencerdaskan anak bangsa,  2) menguasai ilmu mengajar dan menguasai berbagai metoda mengajar dan mampu mengaplikannya dalam pembelajaran di dalam kelas serta meyakini bahwa mengajar adalah sebuah seni 3) meyakini bahwa semua siswa cerdas dan memiliki keunikan masing-masing 4) memiliki motivasi yang kuat, 5)memiliki  rasa empati, sabar, pemaaf, mampu menahan amarah,  menyambung silaturahmi, dan berjiwa  ksatria, 6)  memiliki  komitmen  yang meliputi tanggung jawab profesi, keteladanan, dan kemampuan menjaga lisan.

Kata kunci : karakteristik, profesional, motivasi, komitmen


CHARACTERISTICS OF PROFESSIONAL TEACHERS IN TEACHING
Abstract

Regulation of the Government of the Republic of Indonesia Number 19 Year 2005 on National Education Standards, Article 28, paragraph 3, states that there are four competencies that must have teachers as agents of learning. the pedagogic competence, personal competence, professional competence, and social competence. The fourth competency of characters that must be owned, dominated, developed, and applied in their daily life as a teacher.

Characteristics of professional teachers in the teaching, the attitude shown by the following: 1) have a genuine and sincere intention to educate the children of the nation, 2) the master of science teaching and mastering various teaching methods and apply the learning in the classroom and believes that teaching is an art 3) believes that all students are intelligent and have the uniqueness of each 4) has a strong motivation, 5) have a sense of empathy, patient, forgiving, able to withstand the fury, connect a relationship, and the spirit of chivalry, 6) has a commitment to covering professional responsibility, exemplary, and the ability to maintain oral.

Keywords: characteristics, professional, motivation, commitment





PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Menurut UU Nomor 20 Tahun 2003, Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pendidikan dapat didefinisikan sebagai humanisasi atau memanusiakan manusia yaitu suatu upaya untuk membantu manusia untuk dapat bereksistensi sesuai dengan martabatnya sebagai manusia.
Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa, dan ditangan pendidikanlah masa depan bangsa dipertaruhkan. Oleh karena itu agar tidak tergerus oleh kemajuan jaman,   kualitas dan kualifikasi guru perlu terus menerus ditingkatkan mengikuti kemajuan peradaban  bangsa-bangsa di dunia.
Guru adalah sebuah profesi yang tidak mudah, sebab dari tangan seorang guru bukan saja dituntut sebuah pengabdian dan  ketekunan tetapi juga seorang guru harus memiliki rasa welas asih dan kesabaran dalam menyampaikan pelajaran. Sebab tugas guru bukan saja mendidik tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kehidupan.
Profesionalisme guru di saat ini menjadi problematika yang serius, karena masih banyak guru yang gaya mengajarnya tidak  berkembang, cenderung membosankan, metode  yang digunakannya hanya itu-itu saja.
Ada empat pilar pendidikan yang perlu dibangun pada diri pembelajar sesuai rekomendasi UNESCO yaitu:
1)      Learning to what (belajar untuk mengetahui sebanyak dan seluas mungkin)
2)      Learning to do (belajar  untuk dapat melakukan sesuatu secara meyakinkan untuk dapat memecahkan masalah secara bermakna)
3)      learning to lieve together (Belajar untuk dapat  hidup bersama dengan orang lain secara saling menguntungkan)
4)      Learning to be  (belajar untuk menjadi diri sendiri yang berwawasan ilmu pengetahuan disertai seperangkat kemandirian dan  berkarakter sesuai  nilai kehidupan)
Jika keempat pilar pendidikan itu benar-benar dipahami  dan diaplikasikan dalam dunia pendidikan maka manusia seutuhnya dapat terwujud.
Menurut Ki Hajar Dewantoro dalam Kirania Maida  (2012:10), manusia utuh dapat terbentuk melalui pendidikan, dan upaya pemeliharaan manusia guna mengembangkan  keturunan dari suatu bangsa serta dapat berkembang dengan sehat lahir batin juga melalui dunia pendidikan. Dengan demikian manusia harus dikembangkan jiwa raganya dengan menggunakan wahana pendidikan.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, masalah dirumuskan sebagai berikut:
1)      Karakteristik apa yang harus dimiliki oleh guru profesional dalam mengajar?
2)      Apa yang harus dilakukan oleh seorang guru agar memiliki karakter yang diharapkan?
3)      Faktor-faktor apa sajakah yang dapat meningkatkan keprofesionalan guru?

C.     Tujuan dan Manfaat Kajian
Berdasarkan rumusan masalah, tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui:
1)      Karakteristik apa saja yang harus dimiliki oleh seorang guru agar menjadi guru yang profesional.
2)      Hal-hal yang harus diupayakan guru agar memiliki karakter seorang guru profesional
3)      Faktor-faktorr yang dapat meningkatkan keprofesionalan guru.
Sedangkan manfaat kajian ini adalah:
1)      Bagi Guru, kajian  ini diharapkan memberikan masukan, menambah wawasan dan pengetahuan dalam rangka meningkatkan kinerja
2)      Bagi penulis, kajian ini dapat meningkatkan profesionalisme dan menambah pengalaman dalam membuat karya tulis.
3)      Bagi sekolah, dapat digunakan sebagai referensi dan sebagai pertimbangan dalam memotivasi guru untuk melaksanakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
           
1.      KAJIAN TEORI
     Dalam kajian teori ini ada empat hal yang perlu kita kaji pengertiannya. Empat hal tersebut adalah: 1) Pengertian Karakteristik, 2) Profesionalisme, 3) Guru, dan 4) Mengajar.

A.     Pengertian Karakteristik
 Menurut bahasa, karakter adalah tabiat atau kebiasaan. Sedangkan menurut ahli psikologi, karakter adalah sebuah sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu.www.koleksi-  skripsi.blogspot.com

Sedangkan dalam kamus lengkap psikologi karya Chaplin www. blog.uin-malang.ac.id, dijelaskan bahwa karakteristik merupakan sinonim dari kata karakter, watak, dan sifat yang memiliki pengertian di antaranya:
1.      Suatu kualitas atau sifat yang tetap terus-menerus dan kekal yang dapat dijadikan ciri untuk mengidentifikasikan seorang pribadi, suatu objek, suatu kejadian.
2.      Intergrasi atau sintese dari sifat-sifat individual dalam bentuk suatu untas atau kesatuan.
3.      Kepribadian seeorang, dipertimbangkan dari titik pandangan etis atau moral.
Jadi berdasarkan beberapa pengertian di atas , dapat disimpulkan bahwa karakteristik itu adalah suatu sifat yang khas, yang melekat pada seseorang atau suatu objek.

B.     Profesionalisme
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa Profesionalisme berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya.
Seseorang dapat dikatakan memiliki  profesionalisme jika memiliki ciri: (1) Punya ketrampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi. (2) Memiliki ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan. (3) Memiliki sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang di hadapannya (4) Memiliki sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan pribadinya.

C.     Guru
Menurut pepatah Sunda, Guru adalah sosok manusia yang  digugu jeung  ditiru yang berarti bahwa guru merupakan sosok yang menjadi panutan bagi siswanya. Sedangkan menurut UU RI Nomor 14 Tahun 2005, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.   
Guru merupakan unsur dasar pendidikan yang  sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan, terlebih bagi penciptaan SDM berkualitas. (Kirania Maida,2012:14)

D.    Mengajar
Menurut Tyson dan Caroll (1970) dalam www.scribd.com, mengajar adalah sebuah cara dan hubungan timbal balik antara siswa dan guru yang sama-sama aktif melakukan kegiatan. Sedangkan Nasution (1986) masih dalam www.scribd.com mendefinisakn mengajar sebagai suati aktifitas mengorganisir/ mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak sehingga terjadi proses belajar.
       Menurut Ambarjaya (2010:10), mengajar bukanlah sebuah kegiatan yang ada hubungan pasti antara subyek dan objek. Mengajar adalah sebuah seni dan guru adalah senimannya. melalui mengajar seorang guru mengekspresikan kepribadiannya. Parasiswa merupakan hasil karya seni yang sifatnya tidak statis. sama seperti kesenian, mengajar juga memberi kesempatan kepada guru menjadi jujur kepada dirinya.
       Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa mengajar adalah seni kreatif seorang guru untuk  membimbing mengarahkan, membantu siswa dalam  perjalannya mencapai kedewasaan dan cita-cita mereka. Dalam mengajar, seorang guru menciptakan ide kreatif agar pengetahuan yang disampaikan menjadi sesuatu yang menyenangkan , dan senantiasa melekat dalam benak siswa.

4.      PEMBAHASAN
A.     Karakteristik seorang guru yang profesional.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005  Tentang Standar Nasional Pendidikan,Pasal 28  ayat 3, menyatakan bahwa ada empat kompetensi yang harus dimiliki guru sebagai agen pembelajaran. yaitu Kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.  Keempat kompetensi ini merupakan karakter yang harus dimiliki, dikuasi, dikembangkan, dan diaplikasikan dalam kesehariannya sebagai seorang guru.
Menurut Hawari Aka (2012), ada lima kekuatan yang harus dimiliki oleh seorang guru profesional, yaitu: (1) The Power of Niat, (2) The Power of Learning, (3) The Power of Motivation, (4) The Power of Empaty,  dan (5) The Power of Komitment.
The Power of Niat, maksudnya semua yang guru kerjakan harus berawal dari niat yang tulus dan ikhlas, agar pembelajaran  yang dilakukan bermanfaat, dan bermakna. Jadi niatlah yang menentukan arah dan tujuan tindakan guru dalam mengajar.
The Power of Learning, untuk bisa menilai berhasil tidaknya sebuah proses pembelajaran, seorang guru harus memperhatikan tiga kata kunci atau tiga faktor dalam belajar (learning), yaitu pertumbuhan (improvement), pengembangan (development), dan pemberdayaan (empowerment).
Yang menjadi ukuran bahwa pendidikan mengalami pertumbuhan adalah maturity atau kedewasaan. Faktor kedewasaan bukan ditentukan oleh faktor usia, tetapi ditentukan oleh kematangan, baik kematangan secara psikologis maupun kematangan secara spiritual. Jadi intinya adalah Proses pembelajaran akan lebih bermakna kalau pendidikan mampu menciptakan siswa yang lebih dewasa, dewasa dalam berfikir dan dewasa dalam bertindak.
Yang menjadi ukuran bahwa pendidikan mengalami pengembangan  jika Proses belajar mampu atau  berhasil menciptakan orang yang sukses, dan orang yang sukses itu mampu menyukseskan orang lain, begitu seterusnya.
Yang dimaksud pemberdayaan (empowerment) adalah kemampuan guru menarik keluar potensi yang dimiliki siswa agar berkembang karena setiap siswa memiliki keunikannya masing-masing. Jadi tidak ada istilah siswa bodoh atau  siswa pintar, dan janganlah menyebut siswa bodoh atau pintar hanya karena ukuran nilai akademis.  
The Power of Motivation. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi. Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar ataupun tidak untuk melakukan sesuatu tindakan dengan tujuan tertentu. Jika dorongannya ke arah positif maka akan meningkatkan hasil yang optimal bagi dirinya, begitupun sebaliknya, jika dorongannya ke arah negatif maka kegagalanlah yang akan diperoleh. Maka dari itu, seorang guru harus memiliki motivasi positif  yang kuat untuk menjadi guru yang handal. Yakinkan pada diri sendiri bahwa aku “BISA”.
The Power of Empaty, Seorang guru profesional yang berkarakter harus memiliki: 1) rasa empati dan kepedulian yang tinggi, respek terhadap lingkungan sekitar, 2) sikap sabar dan kasih sayang. 3) mampu menahan amarah, karena amarah dapat membuat seseorang tak lagi berfikir jernih, sebab intelektualnya telah tertutupi emosi. 4) rela berkorban, bersedia dengan ikhlas, senang hati, dengan tidak mengharapkan imbalan, dan mau memberikan sebagian yang dimiliki sekalipun menimbulkan penderitaan bagi dirinya. Makna yang terkandung dalam pengertian ini adalah bahwa untuk mencapai suatu kemajuan, keserasian, keselarasan, dan keseimbangan, dalam hidup bermasyarakat, diperlukan adanya kesediaan dengan ikhlas hati untuk memberikan seseuatu yang kita miliki untuk keperluan orang lain atau masyarakat. 5) Menyambung silaturahmi, buah dari silaturahmi, yaitu terjalin hubungan yang saling mendukung, mengerti, dan memberi solusi sesuai dengan makna silaturahmi yaitu tali penyambung dan pengikat tali cinta.
The Power of commitment, yaitu kemampuan dan kemauan untuk menyelaraskan perilaku pribadi dengan kebutuhan, prioritas dan tujuan organisasi (sekolah). Yang termasuk dalam komitmen adalah 1) tanggung jawab, artinya bisa dipercaya dan dapat diandalkan. 2) keteladanan, seorarang guru harus memiliki sikap yang baik agar bisa dicontoh oleh siswa. 3) Menjaga lisan, kemapuan menjaga lisan, sangat penting, sebab lisan (lidah) sangat berguna dan banyak membawa kebaikan, namun pada sisi lain lidah pula dapat membawa keburukan, lidah dapat membuat kata-kata yang salah, membuat fitnah. Lidah salah akan menimbulkan masalah.

B.     Upaya Guru agar Memiliki Karakter Seorang Guru Profesional
Menjadi guru profesional dan berkarakter kuat harus diupayakan. Upaya yang harus dilakukan oleh guru di antaranya adalah:
1.      jadilah guru kreatif di kelas! Untuk menjadi kreatif di kelas, kiatnya adalah : a. Konsentrasi pada perencanaan mengajar, b. terbuka untuk perubahan dan berbuat salah, salah satu ciri kreatifitas adalah perubahan (inovasi), saat perubahan mungkin saja mengalami kegagalan. Di saat mengalami kegagalan jangan putus asa, tapi perbaiki terus, cari dan perbaiki cara mengajar, c. Siap diajak kerja sama, karena dengan bekerja sama kreatifitas akan bertambah.
2.      Mengajar dengan gaya belajar siswa. maksudnya setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, oleh karena itu gunakan metoda atau model pembelajaran yang variatif, jangan itu-itu saja, agar seluruh siswa dapat terlayani dengan baik.

3.      Tidak memberi peluang kepada siswa untuk mencontek saat ulangan. Aturan harus tetap dipatuhi. Jangan menjadi me-diator dosa bagi fenomena nyontek ini. Bisa jadi guru kurang disenangi siswa karena
hal ini, tapi lama-kelamaan siswa akan faham apa manfaat-nya jika tidak mencontek.

C.     Faktor-faktor yang dapat meningkatkan keprofesionalan guru
Faktor-faktor untuk meningkatkan keprofesian guru adalah:
1.      Monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan dari kepala sekolah terhadap guru dalam kaitannya kinerja guru.
2.      Pemberian pelatihan secara berkala.
3.      Aktif dalam kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) baik ditingkat kota/kabupaten,maupun MGMP internal.
4.      Jangan takut berinovasi, karena dengan seringnya melakukan inovasi dalam pendidikan akan memperkuat karakteristik guru yang diidamkan. 


5.      SIMPULAN DAN SARAN
A.    Simpulan
1)      Karakteristik seorag guru yang profesional adalah ;
·         memiliki niat yang tulus dan ikhlas
·         memiliki kemampuan mengajar yang baik
·         menguasai berbagai metoda dan model pembelajaran yang variatif
·         memiliki motivasi yang kuat
·         memiliki rasa empati, sabar, lemah lembut.
·         Memiliki komitmen yang tinggi.
2.      Upaya guru agar memiliki karakter seorang guru yang profesional adalah:
·         Kreatif di kelas kala mengajar
·         Tidak membiarkan siswa menyontek
·         Mengajar mengikut gaya belajar siswa
·         Selalu mengikuti perkembangan jaman.
3.      Faktor-faktor untuk yang dapat meningkatkan profesionalime guru adalah:
·         Monitoring dan evaluasi dari kepala sekolah
·         Mengikuti pelatihan-pelatihan
·         Aktif dalam kegiatan MGMP.

B.     Saran
·         Untuk menjadi guru profesional yang berkarakter kuat, seorang  guru wajib membaca buku yang memberikan inspirasi dan memotifasi kinerja guru,
·         Kepada guru yang masih gaptek, jangan takut untuk memulai menjamah teknologi, jangan merasa malu bertanya kepada siswa, karena siswa adalah mitra belajar kita juga.

6.      DAFTAR PUSTAKA

Aka, Hawari. 2012. Guru yang Berkarakter Kuat. Yogyakarta : Laksana.
Ambarjaya, Beni S, 2009, Model-model Pembelajaran Kreatif. Bogor : CV Regina.
Http : www. blog.uin-malang.ac.id
Http : www.koleksi-skripsi.blogspot.com
Http : www.scribd.com
Kusmana, Suherli. 2010. Manajemen Inovasi Pendidikan. Ciamis : Pascasarjana Unigal Press.
Maida, Kirania. 2012. Kitab Suci Guru Motivasi Pembakar Semangat untuk Guru. Yogyakarta: Araska











Kualitas diri
seseorang ditentukan
bukan semata pada pengetahuan atau keterampilan yang dimilikinya, melainkan juga karakternya.














7.      BIODATA PENULIS
Bella Yuniarsih, lahir di Bandung 52 tahun yang lalu tepatnya 27 Juni 1960, menikah dengan Nana Kurniadi yang berprofesi sama sebagai guru Bahasa Sunda, dan dikaruniai 6 orang anak.  Pekerjaan sebagai guru Bahasa Sunda sejak 1988 s.d. 2000 di SMPN Cipatat Kabupaten Bandung, dan sejak 2000 s.d sekarang bekerja di SMPN 2 Tasikmalaya. Pendidikan dasar dan menengah dilakukan di Bandung, Strata 1 di IKIP Bandung Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Sunda Tahun 1986. Aktif di MGMP Bahasa Sunda SMP Kota Tasikmalaya dengan jabatan sebagai Ketua sejak tahun 2002. Karya tulis yang telah dibuat berupa modul “Materi jeung Latihan Basa Sunda pikeun Siswa SMP” yang digunakan khusus di Kota Tasikmalaya.   Saat ini sedang menempuh pendidikan Strata 2 (S2)  dalam Manajemen  Pendidikan  Jurusan Manajemen Sistem Pendidikan di Universitas Galuh Ciamis. Mottoku “Tidak ada kata tua untuk belajar dan Tetap Semangat”.
e-mail  : bellay27@gmail.com
blog     : bellayuniarsih.blogspot.com
(Tasikmalaya 20 Maret 2012)

































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar